Jumat, 02 Oktober 2020

Esai Motivation Letter

 Motivation Letter


Saya berpendapat bahwa diri sendiri adalah orang pertama yang harus dipahami sebelum saya memahami orang lain. Akan tetapi, terkadang  dalam waktu tertentu, saya kurang memahaminya. Tentu hal ini termasuk krusial karena memiliki pemahaman mendalam tentang diri sendiri merupakan penentu utama untuk apa pun yang saya kerjakan. Menurut beberapa pendapat psikolog, setiap orang memiliki cara yang unik dan berbeda untuk menghadapi dan menjalani hidupnya. Sekali seseorang telah menemukan pola dan kebiasaan yang bisa membuatnya lebih memahami diri sendiri, dia akan bisa lebih mantap membuat keputusan dari pilihan-pilihan berbeda dari sebelumnya yang  tidak pernah dia ambil. Maka sangat penting untuk memahami perbedaan cara masing-masing, ini juga berguna untuk meminimalisir kemungkinan munculnya tekanan yang timbul secara internal (dalam diri) maupun eksternal (dari lingkungan).

Tentu saja dibutuhkan kerja keras dan keberanian untuk bertanya tentang hal-hal besar pada diri sendiri seperti tentang apa yang sebenarnya diinginkan, mengapa merasakan apa yang tengah dirasakan, serta pertanyaan-pertanyaan lain dan bersiap untuk mendapatkan jawaban dari realita yang tidak sesuai dengan keinginan. Kebenaran tentang kesalahan yang dilakukan, tentu bukan sebuah kabar baik yang ingin didengar. Akan tetapi, harus dihadapi dengan lapang dada dan tanggung jawab agar hal tersebut dapat memberi informasi yang positif dan berharga. Melakukan evaluasai diri memang tidak mudah, karena sejujurnya membuka aib sendiri merupakan sebuah kegiatan yang tak menyenangkan. Memang lebih mudah mencari perlindungan di balik berbagai alasan, daripada menghadapinya. Padahal, melakukan evaluasi diri secara menyeluruh merupakan hal kritis yang sangat perlu dilakukan. Dalam menghadapi berbagai permasalah tersebut, terdapat beberapa cara yang saya lakukan, tiga diantaranya adalah hal yang sering dilakukan. Pertama, kenali perilaku lama, dengan begitu saya dapat mengingat kembali apa yang sudah saya lakukan dalam mengatasi permasalahan terdahulu. Kedua, meminta masukan dari orang lain khususnya orang tua tentang perilaku diri kita sendiri. Ketiga, melakukan hobi, dengan harapan dapat mengenali diri sendiri lewat hal-hal yang disukai.

Menerima diri sendiri merupakan kemampuan yang harus ada  untuk menghargai setiap bagian dari diri sendiri. Banyak cara menerima diri sendiri. Kenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dengan mengenali kelebihan saya dapat lebih menghargai diri sendiri, sedangkan dengan mengenali kekurang membuat saya menyadari apa yang salah dengan saya dan berusaha memperbaikinya. Tetap menghargai sisi baik diri sendiri maupun kekurangan yang perlu diperbaiki, dan mensyukurinya sebagai pemberian Sang Pencipta. Tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain karena setiap manusia diberi kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Acuh tak acuh terhadap komentar orang lain selama hal tersebut tidak membangun diri sendiri. Dan yang sering terlupakan adalah memperhatikan lingkungan sekitar. Menurut saya, menerima diri sendiri dapat menjadi obat bagi rasa kurang percaya diri. Lingkungan atau pergaulan yang tidak tepat dapat menghancurkan kepercayaan diri yang sudah susah payah dibangun tersebut.

Kunci utama untuk memiliki kehidupan yang bahagia dan sehat selain memahami diri sendiri dan menerima diri sendiri  adalah menyayangi diri sendiri. Menyayangi diri sendiri ada perkara yang cukup populer, tetapi masih terdapat beberapa kendala. Mulai dari ketidakmampuan hingga kesalahan presepsi. Ada yang mengatakan bahwa sayang diri sendiri adalah sikap narsis atau egois. Ada pula yang berpikir menyayangi diri sendiri berarti harus memanjakan diri dengan kemewahan. Menyayangi diri sendiri tidaklah harus selalu melakukan hal-hal semacam itu. Cara saya menyayangi diri sendiri yang dirasa tepat adalah memilah antara waktu sendiri dengan orang tercinta serta melakukan apa saja yang disukai dan membuat bahagia agar lebih produktif. Rasa produktif ini yang nanti dapat meningkatkan kualitas hidup.